Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Di Hadapan Majelis Hakim, Nadiem Makarim Tegaskan Pengabdian Tanpa Kepentingan Materi

30
×

Di Hadapan Majelis Hakim, Nadiem Makarim Tegaskan Pengabdian Tanpa Kepentingan Materi

Share this article
Sumber Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Example 468x60

LIPUTANMAHASISWA.COM – Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan bahwa kondisi finansial pribadinya justru mengalami penurunan selama menjalankan tugas negara sebagai menteri selama lima tahun. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (5/1/2026).

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Nadiem menegaskan bahwa keputusannya masuk ke dalam pemerintahan tidak pernah dilandasi oleh kepentingan materi. Sebaliknya, ia menyebut harus mengorbankan berbagai keuntungan besar yang sebelumnya ia miliki saat masih berada di jajaran pimpinan perusahaan teknologi Gojek.

Example 300x600

Menurut Nadiem, selama mengemban amanah sebagai menteri, ia kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan besar serta tambahan kepemilikan saham yang lazim diberikan kepada jajaran eksekutif perusahaan swasta. Selain itu, ia juga mengaku harus melepas kenyamanan hidup dan stabilitas karier yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

“Selama lima tahun menjalankan tanggung jawab sebagai menteri, kondisi kekayaan saya tidak bertambah, malah berkurang. Saya harus meninggalkan posisi strategis di perusahaan yang saya dirikan sendiri, kehilangan penghasilan yang jauh lebih besar, serta melepaskan peluang ekonomi yang sebenarnya masih terbuka lebar,” ujar Nadiem dalam persidangan.

Ia menjelaskan bahwa saat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, memintanya bergabung ke kabinet, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Nadiem mengaku telah mempertimbangkan berbagai risiko, mulai dari tekanan publik, tantangan birokrasi, hingga dampak terhadap reputasi pribadinya di dunia profesional.

Nadiem juga mengungkapkan bahwa banyak pihak di sekelilingnya, termasuk keluarga dan rekan terdekat, sempat menyarankan agar ia menolak tawaran tersebut. Alasannya, jabatan menteri dinilai memiliki risiko politik dan hukum yang tinggi, serta tidak sebanding dengan potensi kerugian finansial yang harus ia tanggung.

Meski demikian, Nadiem memilih untuk menerima amanah tersebut karena merasa memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi negara, khususnya dalam upaya memperbaiki sistem pendidikan nasional. Ia menyadari sejak awal bahwa latar belakangnya sebagai pelaku industri teknologi membuatnya harus bekerja ekstra untuk memahami dunia birokrasi dan kebijakan publik.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *