LIPUTANMAHASISWA.COM – Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa keputusan terkait penghentian operasi militer terhadap Iran tidak akan diambil secara sepihak oleh pemerintah Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut akan diputuskan melalui pembahasan bersama dengan pemerintah Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara singkat melalui sambungan telepon dengan media Israel pada Minggu, 8 Maret 2026. Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan bahwa komunikasi antara dirinya dan Netanyahu masih berlangsung secara intensif untuk membahas perkembangan terbaru konflik di kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel memiliki kepentingan strategis yang sama dalam menghadapi situasi keamanan regional. Oleh karena itu, keputusan penting seperti penghentian perang harus dipertimbangkan secara matang dan melalui koordinasi bersama.
“Kami terus melakukan diskusi mengenai berbagai kemungkinan. Keputusan besar seperti ini tidak bisa diambil terburu-buru. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat setelah mempertimbangkan seluruh faktor yang ada,” ujar Trump sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Senin, 9 Maret 2026.
Trump juga menolak memberikan komentar lebih jauh mengenai kemungkinan Israel akan tetap melanjutkan operasi militer apabila Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan keterlibatannya. Menurutnya, skenario tersebut tidak terlalu relevan karena ia menilai situasi konflik dapat diselesaikan tanpa perlu adanya serangan lanjutan.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat sebelumnya melalui White House sempat memperkirakan bahwa operasi militer terhadap Iran dapat berlangsung selama empat hingga enam minggu. Namun dalam beberapa hari terakhir, proyeksi tersebut mengalami perubahan seiring dengan dinamika situasi di lapangan. Trump sendiri menolak menetapkan tenggat waktu pasti mengenai kapan operasi militer tersebut akan dihentikan.
















